Assalamualaikum, teman-teman! ππ»ββοΈ
Pagi ini rasanya spesial. Udara di luar masih sejuk, matahari baru malu-malu mengintip dari ufuk timur. Aku putuskan untuk menyeduh secangkir teh melati hangat, favoritku. Aromanya yang lembut langsung memenuhi ruangan, membawa ketenangan yang menyenangkan.
Sambil memegang cangkir yang hangat, aku duduk di dekat jendela, memandangi langit yang perlahan berubah warna. Dari jingga, menjadi merah muda, lalu biru cerah. Masya Allah, indah sekali. Momen-momen seperti inilah yang seringkali membuatku berhenti sejenak dan merenung.
Di tengah kesibukan kita sehari-hari, kadang kita lupa untuk sekadar menikmati apa yang ada di hadapan kita. Kita terlalu sibuk mengejar, hingga lupa caranya bersyukur. Padahal, kebahagiaan itu seringkali tersembunyi di hal-hal kecil, kan? Seperti secangkir teh di pagi hari ini.
Teringat sebuah nasihat indah, bahwa “Dunia ini ibarat bayangan. Kejar dia, dan engkau tak akan pernah bisa menangkapnya. Balikkan badanmu, dan dia tak punya pilihan selain mengikutimu.” Benar juga, ya. Mungkin kita hanya perlu sedikit membalikkan badan dari hiruk pikuk dunia, untuk menemukan kedamaian yang selama ini kita cari.
Semoga hari ini kita semua bisa menemukan “secangkir teh” versi kita masing-masing. Sebuah momen sederhana yang mengingatkan kita untuk bersyukur dan tersenyum.
Selamat beraktivitas, semuanya! β¨