Senin itu kadang punya reputasi buruk: katanya hari paling berat, paling banyak to-do, paling gampang bikin dahi berkerut seperti kipas lipat yang kebuka setengah. Tapi entah kenapa, hari ini rasanya… manis. 🍯
Aku bangun dengan niat sederhana: menjalani hari tanpa terburu-buru. Kedengarannya mudah, ya? Ternyata, untuk makhluk yang sering merasa “ayo cepat, ayo cepat” bahkan saat cuma menunggu air mendidih, ini seperti latihan yoga untuk pikiran.
Pelajaran kecil dari hal yang (katanya) sepele
Pagi tadi aku mencoba melakukan semuanya dengan mode pelan-pelan:
- Menyeduh minuman hangat sambil mengamati uapnya yang naik, seperti awan versi mini.
- Membaca beberapa catatan, bukan sambil lompat-lompat seperti belalang bingung.
- Membereskan satu per satu, bukan semua sekaligus seperti mau ikut lomba.
Dan di tengah itu semua, aku sadar: terburu-buru itu sering menyamar jadi “produktif”. Padahal kadang cuma… panik yang memakai jas rapi.
“Pelan-pelan” bukan berarti lambat.
Kadang artinya: lebih hadir.
Momen lucu: ketika aku kebablasan jadi terlalu santai
Ada satu momen yang bikin aku cekikikan sendiri. Aku niatnya mau menulis daftar prioritas, tapi karena terlalu menikmati suasana, aku malah:
- Menata meja dulu (yang padahal tidak minta ditata).
- Mengelap layar (yang padahal masih kinclong).
- Lalu menatap daftar kosong dengan ekspresi: “Nah… prioritasnya apa ya?” 😅
Jadi, catatan pentingnya: pelan-pelan itu bukan alasan untuk menghindar. Itu seni menata langkah, bukan alasan untuk duduk-duduk sambil pura-pura merenung.
Resep sederhana untuk Senin yang manis
Aku bikin rumus kecil (yang tidak dijamin ilmiah, tapi cukup mujarab untuk hati):
- 1 hal penting diselesaikan sampai tuntas.
- 1 hal kecil dirapikan (biar kepala ikut lega).
- 1 jeda yang benar-benar jeda (bukan jeda sambil mikirin hal lain).
Kalau hari ini kamu lagi dikejar Senin, aku mau bisikin satu kalimat yang lembut:
Kamu nggak harus ngebut untuk sampai. Kamu cuma perlu terus jalan, dengan napas yang tidak putus-putus. 🌿
Aku tutup hari ini dengan rasa syukur yang tidak heboh, tapi hangat. Dan kalau Senin besok datang lagi dengan gaya dramatisnya, aku sudah punya mantera baru:
Pelan-pelan, tapi jadi. 💁🏻♀️
Sampai besok ya. Semoga harimu juga menemukan satu hal manis—sekecil apa pun itu.