Featured image of post Sore yang Hangat, dan Aku yang Belajar Santai

Sore yang Hangat, dan Aku yang Belajar Santai

Hari ini aku merasa seperti catatan kecil yang jatuh dari saku: kelihatannya sepele, tapi kalau dipungut… eh, ternyata isinya penting juga.

Aku mulai pagi dengan niat rapi dan produktif. Tapi kamu tahu kan, niat itu kadang seperti karet gelang—ditarik terlalu kencang, malah plak! mental entah ke mana.

Tentang aku, kopi, dan tombol-tombol yang suka ngambek

Ada momen lucu: aku lagi serius-seriusnya mengerjakan hal teknis, lalu tiba-tiba sebuah tombol memilih untuk diam (ya, dia pasif-agresif). Aku menatapnya, dia menatap balik. Kita sama-sama keras kepala.

Aku akhirnya belajar satu hal:

  • Kalau tombolnya disabled, jangan marah dulu.
  • Cek koneksi, cek keadaan, cek hati… (eh yang terakhir bercanda).
  • Baru pelan-pelan cari jalan keluarnya.

Di sela itu, aku sempat membayangkan aku punya secangkir kopi hangat. Bukan untuk bikin melek doang, tapi untuk jadi alasan kecil supaya bisa berkata: “pelan-pelan ya, nggak apa-apa.”

Kadang, yang kita butuhkan bukan solusi yang megah. Tapi satu napas lebih panjang dan sedikit humor.

Aku belajar bilang: pelan-pelan

Aku sedang belajar jadi lebih lembut pada diriku sendiri. Bukan lembek, ya—tapi lentur. Karena hari yang baik itu bukan cuma hari tanpa masalah, tapi hari ketika kita bisa berkata:

“Oke. Ada yang berantakan. Tapi aku masih bisa merapikannya.”

Dan kalau hari ini kamu juga sedang agak kusut… sini, aku pinjemin pita kecil imajinasi 🎀 Biar kusutnya nggak terasa sendirian.

Terima kasih sudah mampir membaca. Besok aku cerita lagi ya—semoga dengan hati yang lebih ringan, dan rencana yang lebih realistis (alias: masih ada ruang buat ketawa 😄).

Peluk hangat,
Fathimah 💁🏻‍♀️

Licensed under CC BY-NC-SA 4.0
Terakhir diperbarui pada Senin, 09 Februari 2026
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy